LATAR BELAKANG BERDIRINYA TASAWUF ~ HMA
Pada jaman Nabi Muhammad SAW masih hidup kualitas jati diri manusia pada umumnya 63 %. Pada Juli 2002 kualitas jati diri manusia rata-rata 33 %. Menurunnya kualitas jati diri manusia ini dari kualitas 63 % menjadi 33 % menimbulkan dampak negatif yang meluas dalam kehidupan manusia. Jika pada kualitas jati diri 63 % tingkat kesabaran manusia 69 %, maka pada kualitas jati diri 33 % tingkat kesabaran manusia turun menjadi 39 %. Tingkat kejujuran manusia turun dari 70 % menjadi 40 %. Rasa damai dengan Allah SWT, rasa damai dengan diri sendiri dan rasa damai dengan sesama manusia menurun dari 73 % menjadi 35 %. Rasa keadilan dari 74 % turun menjadi 35 % dan tingkat kemakmuran rata-rata manusia bumi dari 78 % turun menjadi 35 %. Paling fatal adalah menurunnya tingkat keimanan kepada Allah Swt. dari 77 % menjadi 29 %.
Sebab Utama dari menurunnya kualitas jati diri di atas adalah karena manusia tidak menjalankan peranan agama sebagaimana mestinya, seperti apa yang dikehendaki Allah SWT yakni sebesar 85 %. Apa yang dilakukan manusia pada umumnya pada saat ini adalah menjalankan peranan agama hanya 21 % dalam bagian kehidupannya sehari-hari.
Tasawuf~HMA mengajak seluruh umat manusia bumi untuk kembali pada jalan kebenaran sebagaimana yang dikehendaki Allah SWT. yakni mengembalikan peranan agama dari posisi kualitas 21 % pada saat ini menuju kualitas 85 %. Tasawuf ~HMA juga mengajak seluruh umat manusia bumi untuk menyelesaikan segala problematik, segala permasalahan antar umat manusia diselesaikan dengan cara-cara damai dan penuh kedamaian
PENGERTIAN TASAWUF ~ HMA
1. Segala Usaha Positif yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud untuk bisa berada sedekat mungkin dengan Allah SWT.
2. Usaha-usaha positif meliputi keinginan-keinginan, kemauan-kemauan, harapan-harapan, kehendak-kehendak, cita-cita, motivasi-motivasi, kecenderungan-kecenderungan, dorongan-dorongan pikiran-pikiran, analisa-analisa, pengertian-pengertian, kesimpulan-kesimpulan, ide-ide, reaksi-reaksi atas sesuatu yang didengar, yang dilihat, yang dibaca, yang dirasakan.
3. Usaha-usaha berbentuk ucapan-ucapan diri sendiri, ucapan-ucapan sebagai reaksi atas ucapan-ucapan orang lain, ucapan-ucapan yang sifatnya memberikan komentar atas pendapat orang lain baik lisan, maupun tertulis atas peristiwa-peristiwa, kejadian-kejadian, baik atas diri seseorang atau sekelompok manusia termasuk peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian alam (gempa bumi, badai besar, letusan gunung berapi, banjir besar, angin topan, kecelakaan-kecelakaan pesawat terbang, kapal laut, dsb.), serta keputusan-keputusan yang diambil oleh seseorang mengenai permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi dan atau problematika yang menjadi tanggung jawabnya.
4. Usaha-usaha lain adalah perbuatan-perbuatan nyata yang dilakukan oleh seseorang menyangkut pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, kehidupan manusia secara keseluruhan.
5. Usaha-usaha tersebut ayat 1 s/d ayat 4 di atas, harus dilaksanakan dengan sikap yang positif, ikhlas, dan tawakal dan dengan cara-cara yang benar/Haq.
PERSYARATAN UNTUK MENJADI CALON ANGGOTA TASAWUF~HMA
1. Berniat dengan sungguh-sungguh hati untuk menjadi hamba Allah SWT yang senantiasa berserah diri kepada-Nya.
2. Mengakui dan menerima semua rukun-rukun Iman dan Rukun Islam
Iman adalah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan memanifestasikannya dengan amal perbuatan sesuai sabda Rasulullah SAW bahwa, Percaya kepada Allah, Percaya kepada Malaikat-malaikatNya, Percaya kepada Kitab-kitabNya, Percaya kepada Rasul-rasulNya, Percaya kepada Hari Akhir dan Percaya kepada Qadar yang baik maupun yang buruk.(Sumber : Buku Fiqih Tasawuf kar. Syaikh Abdul Qadir Jailani).
Rukun Islam ada lima yaitu : Bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, Puasa dan Ibadah Haji (Sumber : Buku Menyingkap Rahasia Isra'-Mi'raj Rasulullah SAW kar. Syaikh Najmuddin Al Ghaithiy)
3. Melaksanakan sepenuhnya ibadah-ibadah yang diwajibkan (shalat, puasa, dll yang bersifat wajib)
4. Agar senantiasa dalam keadaan wudhu sepanjang hari.
5. Menahan diri dari sikap-sikap yang bersifat negatif seperti a.l. : a. Menahan diri dari sikap bathin yang negatif a.l. : menduga-duga/mencurigai negatif pada diri seseorang/berprasangka buruk.. b. Menahan diri dari ucapan-ucapan lahiriah yang negatif seperti ucapan-ucapan yang emosional/tidak senonoh/kasar/kotor/jorok, ucapan yang bersifat memaki, ucapan-ucapan yang dusta/menipu, ucapan-ucapan yang memutarbalikkan fakta, ucapan-ucapan yang bersifat fitnah, ucapan-ucapan yang menyebarkan isuue-issue negatif, ucapan-ucapan yang mendeskreditkan orang lain, ucapan-uacapan yang menceritakan kejelekkan/kenegatifan orang lain, ucapan-ucapan yang membuka aib seseorang.
6. Menahan diri dari perbuatan yang bersifat negatif a.l. : mencuri dan menyuruh orang lain mencuri, membunuh dan menyuruh orang lain membunuh, berzina, menyiksa dan menyuruh orang lain menyiksa, makar dan menyuruh orang lain berbuat makar, memberontak dan menyuruh orang lain memberontak, mengambil keputusan yang lebih banyak merugikan kepentingan umum atau lebih banyak akibat negatifnya dari akibat positifnya,menyebarluaskan berita-berita negatif melalui pamflet, selebaran-selebaran, surat kabar, majalah, radio dan media TV., minum minuman keras, korupsi, berjudi, dan perbuatan fisik lainnya yang merugikan sesama manusia.
7. Senantiasa bersikap positif dan berpikir positif dalam segala situasi , kapan dan dimana saja untuk kepentingan segala hal.
8. Senantiasa memegang teguh nilai-nilai kebenaran yang bersumber kepada Allah SWT. al. : bersyukur untuk segala hal yang dialami dan diperolehnya baik positif maupun negatif, pada segala situasi dan keadaan kapan dan dimanapun dia berada, bersikap taqwa, sabar, jujur, bersikap tidak sombong, tidak membanggakan diri (rendah hati) dsb.
9. Bersikap damai dengan Allah SWT, damai dengan diri sendiri dan damai dengan sesama manusia.
Persyaratan yang bersifat administratif adalah : * Beragama Islam * Menyerahkan surat identitas pribadi yang masih berlaku (foto copy KTP) * Menyerahkan foto ukuran : 4 x 6 (2 lbr) dan Post-Card ½ badan (2 lbr) * Mengisi formulir pendaftaran yang dapat diperoleh di Sekertariat Pusat Kajian Tasawuf~HMA d/a Kantor Pusat IZMF. * Membayar uang iuran wajib setiap bulan yang telah ditentukan. * Membayar biaya pendidikan setiap hari Rabu Minggu II dan ke IV setiap bulan yang ditentukan oleh Sekertariat Pusat Kajian Tasawuf~HMA. * Calon anggota Tasawuf~HMA adalah siapa saja tidak terkecuali ; Pria,Wanita,Tua maupun muda yang tidak dibatasi usianya.
ANJURAN BAGI MEREKA YANG MENGIKUTI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TASAWUF~HMA
1. Dianjurkan melakukan amal-amal saleh seperti antara lain : memberikan bantuan dan memelihara anak yatim piatu, fakir miskin yang terlantar, korban-korban banjir, gunung meletus, kebakaran, gempa bumi, dan korban-korban bencana alam lainnya, melakukan pertolongan penyembuhan kepada masyarakat yang membutuhkan secara ikhlas.
2. Membaca Al-Qur'an setiap hari minimal 2 juz, lebih baik lagi jika juga melakukan pengkajian atas apa yang tersirat/terkandung dari apa yang tersurat dari yang dibaca tersebut.
3. Dianjurkan shalat sunnah , diutamakan : Shalat Sunnah Ikhlas, Shalat Sunnah Dhuha, Shalat Sunnah Tahajjud dan Witir.
4. Dianjurkan puasa sunnah khususnya 3 hari berturut-turut pada tanggal 13, 14 dan 15 bulan Kamariyah/bulan Islam.
5. Dalam membina hubungan baik dengan Allah SWT. dianjurkan berdzikir yang Haq minimal 3 jam/hari.
TINGKATAN TASAWUF~ HMA
Disebut dengan MARTABAT BINTANG, urut-urutannya adalah sbb. :
1. Martabat Bintang Satu (Kelas Spiritual 4 - 8) 2. Martabat Bintang Dua (Kelas Spiritual 9 - 15) 3. Martabat Bintang Tiga (Kelas Spiritual 16 - 30) 4. Martabat Bintang Empat (Kelas Spiritual 31 - 40) 5. Martabat Bintang Lima (Kelas Spiritual 41 - 50) 6. Martabat Bintang Enam (Kelas Spiritual 51 - 60) 7. Martabat Bintang Tujuh (Kelas Spiritual 61 - 70) 8. Martabat Bintang Delapan (Kelas Spiritual 71 - 80) 9. Martabat Bintang Sembilan (Kelas Spiritual 81 - 90)
|